Kawanan babi hutan dan monyet baru-baru ini menggegerkan petani Badui di Blok Cicuraheum, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten. Serangan binatang liar ini merusak ladang mereka seluas lima hektare, menimbulkan kerugian besar bagi para petani yang menggantungkan hidup dari pertanian.
“Kami seharusnya mendapatkan pendapatan sebesar Rp25 juta dari hasil pertanian kami, tetapi kini kami mengalami kerugian akibat serangan hewan-hewan ini,” ungkap Sarja, seorang petani berusia 50 tahun.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.











