Pasar obligasi Jepang saat ini berada dalam tekanan yang cukup significant, dengan hasil surat utang pemerintah mencapai level tertinggi dalam dua puluh tahun terakhir. Hal ini menjadi perhatian investor internasional yang memperhatikan dampak dari rencana pengeluaran pemerintah untuk mengatasi krisis biaya hidup yang dihadapi masyarakat.
Pemerintah Jepang merencanakan anggaran tambahan sebesar 3 triliun yen, yang setara dengan sekitar US$19 miliar. Langkah ini dilakukan untuk membantu rumah tangga dalam menghadapi lonjakan biaya hidup akibat kenaikan harga energi yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.











