Peristiwa angin puting beliung yang menerjang Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo pada tanggal 8 Januari menjadi perhatian publik. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan mengakibatkan banyak dampak yang merugikan, termasuk kerusakan pada kendaraan dan fasilitas umum di sekitar lokasi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur langsung bertindak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian. Mereka melakukan evaluasi serta penanganan terkait benturan yang diakibatkan oleh puluhan pohon yang tumbang di area akses menuju terminal.
Menurut laporan dari BPBD Jatim, kerusakan yang terjadi cukup signifikan. Data sementara menunjukkan ada sepuluh unit kendaraan roda dua dan satu unit kendaraan roda empat yang terdampak. Selain itu, satu fasilitas umum juga mengalami kerusakan akibat peristiwa angin kencang tersebut.
Penanganan dan Tindakan Lanjutan oleh BPBD
Personel BPBD Jatim tidak hanya melakukan assesman, tetapi juga melakukan evakuasi material kayu dan dahan pohon yang terjatuh. Pembersihan dilakukan dengan bekerjasama dengan petugas Bandara Juanda, Tim BPBD Kabupaten Sidoarjo, serta sejumlah instansi terkait untuk mempercepat proses pemulihan.
Gatot Soebroto, kepala BPBD Jatim, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan akibat peristiwa ini. Keberhasilan dalam menangani bencana ini patut diapresiasi, karena bisa mengurangi dampak dari puting beliung.
Setelah penanganan berjalan, situasi berangsur normal. Sekitar pukul 16.10 WIB, akses jalan menuju Terminal 1 Bandara Juanda dapat kembali dilalui. Namun, jadwal penerbangan sempat mengalami beberapa gangguan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Efek Cuaca Buruk Terhadap Jadwal Penerbangan
Cuaca buruk tersebut juga menyebabkan beberapa penerbangan terpaksa dialihkan. Tiga penerbangan mengalami divert dan mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat cuaca.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan AirNav Indonesia untuk menyesuaikan jadwal penerbangan selanjutnya. Proses koordinasi ini sangat penting agar penumpang mendapatkan informasi terbaru terkait penerbangan mereka.
Pihak bandara juga memastikan bahwa seluruh fasilitas terminal dan sisi udara tetap dalam kondisi aman setelah terjadinya angin kencang. Keselamatan penumpang dan staf menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan yang dilakukan.
Pentingnya Keselamatan dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana
Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Upaya yang dilakukan oleh BPBD dan pihak terkait menunjukkan keterpaduan dalam penanganan bencana, yang merupakan langkah penting untuk meminimalisir kerugian lebih lanjut.
Bencana alam seperti puting beliung tidak dapat diprediksi dengan pasti, tapi dengan kesiapsiagaan yang baik, kerusakan dapat diminimalisir. Masyarakat juga diajak untuk lebih berhati-hati dan memahami tanda-tanda cuaca buruk agar bisa mengambil langkah yang tepat.
Selain teknologi dan sistem peringatan dini, peran serta masyarakat dalam mengatasi bencana harus diperkuat. Edukasi mengenai bagaimana bersikap di saat bencana sangat penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.




