loading…
Kesalahan pengisian PDSS bersifat fatal dan dapat menggugurkan hak siswa mengikuti SNBP 2026. Foto/SINDOnews.
“Saat ini kita sudah memasuki tahap seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru untuk tahun 2026, yang mana tahap awal dari seleksi akan dimulai dari SNPMB yang nantinya diikuti seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP),” kata Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, dalam siaran pers yang disampaikan pada Jumat (9/1/2026).
Koordinator Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, Riza Satria Perdana, menekankan bahwa ada persyaratan baru yang sangat krusial pada tahun ini. Siswa yang ingin masuk dalam daftar eligible harus sudah mengikuti TKA dan memiliki nilai lengkap untuk semua mata pelajaran yang dipersyaratkan.
Baca juga: TKA Resmi Dipakai di SNBP 2026, Jadi Penentu Siswa Eligible dan Validator Nilai Rapor
“Tahun ini siswa yang eligible harus mengikuti TKA dan nilainya harus lengkap. Tidak boleh ada siswa yang ikut TKA secara tidak konsisten, misalnya hadir untuk beberapa mata pelajaran dan tidak untuk yang lain. Nilai TKA terbagi menjadi tiga mata pelajaran wajib dan dua pilihan, jadi kelima-limanya harus ada nilainya dan tidak boleh ada yang kosong,” tegas Riza.
Setiap tahun, proses seleksi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri di Indonesia semakin kompleks. Tuntutan untuk mempertahankan kualitas pendidikan tinggi mendorong munculnya berbagai kebijakan baru yang mengatur syarat penerimaan mahasiswa baru. Salah satu kebijakan terbaru yang perlu diperhatikan oleh siswa dan orang tua adalah penekanan pada nilai TKA dalam proses seleksi ini.
Pentingnya pengisian data dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) menjadi titik perhatian bagi semua pihak. Kesalahan dalam pengisian data bisa berakibat fatal, bahkan dapat menggugurkan hak siswa untuk mengikuti SNBP 2026. Oleh karena itu, sosialisasi tentang cara pengisian PDSS yang benar perlu dilakukan secara menyeluruh.
Mengapa Pengisian PDSS Sangat Penting dalam SNBP 2026?
Pengisian PDSS berfungsi untuk menyimpan data akademik siswa dan merupakan salah satu elemen penting dalam proses seleksi. Data ini akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan kelayakan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, dampaknya akan langsung dirasakan oleh siswa.
Selain itu, pengisian PDSS yang akurat dan transparan juga berkontribusi pada integritas proses seleksi secara keseluruhan. Adanya kesalahan dalam pengisian bisa memberikan keuntungan yang tidak adil bagi siswa tertentu dan merugikan pihak lain yang telah berusaha keras. Maka dari itu, kejujuran dalam pengisiannya sangat diharapkan.
Melihat potensi kesalahan ini, pihak penyelenggara seleksi telah melakukan berbagai pelatihan dan workshop untuk membantu kepala sekolah dan guru dalam mengisi PDSS dengan benar. Ini adalah langkah strategis untuk mengurangi kesalahan pengisian dan memastikan semua data siswa tersimpan dengan baik.
Perubahan pada Syarat Seleksi SNBP 2026 yang Perlu Diketahui
Tahun ini, ada beberapa perubahan signifikan dalam syarat dan ketentuan seleksi SNBP. Siswa yang ingin diterima harus mengikuti semua mata pelajaran yang disyaratkan dan tidak dapat memilih untuk tidak hadir dalam ujian tertentu. Ini menjadi tantangan baru bagi para siswa yang harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Selain syarat TKA, pelaksanaan ujian juga mengalami penyesuaian. Penyelenggara melihat perlunya mengadopsi teknologi baru untuk memfasilitasi ujian yang lebih efisien dan efektif. Hal ini bertujuan agar proses seleksi dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Penting bagi siswa untuk memahami perubahan ini dengan baik. Sosialisasi mengenai perubahan syarat akan sangat membantu siswa dalam mempersiapkan diri sebaik mungkin agar tidak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Persiapan yang Harus Dilakukan Siswa Menyongsong SNBP 2026
Penting bagi siswa untuk mempersiapkan diri dengan baik menjelang pelaksanaan SNBP. Langkah pertama adalah memperhatikan jadwal ujian dan memastikan untuk mengikuti semua mata pelajaran yang dipersyaratkan. Kedisiplinan dalam belajar menjadi faktor penentu kesuksesan seorang siswa dalam menghadapi ujian.
Selain itu, siswa juga harus proaktif dalam mencari informasi terkait ujian dan persyaratan yang harus dipenuhi. Mengikuti seminar atau bimbingan belajar dapat menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi ujian.
Dengan memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin serta memperhatikan semua aspek yang diperlukan, diharapkan siswa dapat memaksimalkan peluang untuk diterima di perguruan tinggi negeri. Kompetisi yang ketat menuntut siswa untuk lebih disiplin dan terorganisir dalam persiapan mereka.




