loading…
BEM FEB UI menggelar Kompetisi Ekonomi (KOMPeK) ke-28 pada pada 26-30 Januari 2026. Foto/MNC Media.
DEPOK – Kompetisi Ekonomi (KOMPeK) ke-28 yang digelar oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai ajang kompetisi ekonomi pelajar terbesar di Indonesia.
Rangkaian KOMPeK Competition Day berlangsung pada 26-30 Januari 2026 dan diikuti oleh pelajar SMA/sederajat dari berbagai wilayah di Indonesia.
Mengusung tema besar “RECTIFY: Rectifying Indonesia’s Economic Trajectory,” KOMPeK Competition Day menghadirkan empat cabang kompetisi utama yaitu Economic Quiz (EQ), Economic Debate Competition (EDC), Economic Research Paper (ERP), dan Business Challenge (BC).
Sebagai kompetisi yang telah berjalan sejak 1998, KOMPeK terus menjaga standar akademik tinggi sekaligus menjadi ruang pengembangan diri bagi generasi muda dalam merumuskan gagasan ekonomi yang kritis, adaptif, dan relevan terhadap tantangan nasional.
Kompetisi yang berlangsung di FEB UI ini tidak hanya bertujuan untuk menilai pengetahuan peserta tentang ekonomi, tetapi juga untuk mendorong mereka berpikir kreatif dan analitis. Ketiga elemen ini sangat penting untuk mempersiapkan para pelajar menghadapi tantangan di dunia yang terus berubah.
Kegiatan ini juga menjadi platform untuk menjalin kerjasama antara berbagai sekolah dan universitas di seluruh Indonesia, memperluas jaringan dan memperkuat kolaborasi. Dengan melibatkan siswa dari berbagai daerah, KOMPeK membantu dalam menumbuhkan rasa solidaritas dan persatuan di kalangan generasi muda.
Menggali Tema Besar “RECTIFY” dengan Optimisme
Dengan tema “RECTIFY: Rectifying Indonesia’s Economic Trajectory,” kompetisi ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk memperbaiki arah ekonomi negara. Tema ini relevan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia, terutama dalam konteks pemulihan pasca-pandemi.
Peserta diharapkan dapat memberikan solusi inovatif yang dapat merespons masalah ekonomi yang nyata di masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga wadah untuk bertukar ide dan gagasan yang bermanfaat.
Untuk mendalami tema tersebut, para peserta akan disuguhi berbagai sesi pemaparan dan diskusi. Hal ini bertujuan agar mereka memahami konteks dan konsekuensi dari keputusan ekonomi yang diambil oleh pemerintah dan sektor swasta.
Cabang-Cabang Kompetisi yang Menarik dan Menantang
KOMPeK ke-28 menawarkan empat cabang kompetisi yang beragam, masing-masing dirancang untuk menguji kemampuan peserta dari berbagai aspek. Economic Quiz (EQ) menjadi salah satu cara untuk mengukur pengetahuan dasar peserta tentang ilmu ekonomi dan isu-isu terkini.
Sementara itu, Economic Debate Competition (EDC) menguji kemampuan argumentasi dan presentasi peserta dalam membahas isu ekonomi yang kompleks. Ini mengajarkan peserta untuk berpikir kritis dan mempertahankan pendapat mereka di depan publik.
Economic Research Paper (ERP) memberikan arena bagi peserta untuk menulis dan menyajikan hasil penelitian mereka. Hal ini penting untuk membangun keterampilan riset yang akan sangat berguna di dunia akademik dan profesional.
Business Challenge (BC) mengajak peserta untuk menciptakan solusi bisnis yang berkelanjutan dan inovatif, meningkatkan kemampuan berpikir strategis mereka. Keempat cabang ini saling melengkapi dan membentuk kompetisi yang holistik.
Pentingnya Keterlibatan Generasi Muda dalam Ekonomi
Kompetisi semacam ini memiliki peran penting dalam membentuk pemimpin masa depan yang sadar akan isu-isu ekonomi. Melalui berbagai aktivitas di KOMPeK, generasi muda diajarkan untuk lebih peduli terhadap keadaan ekonomi Indonesia dan dampaknya terhadap masyarakat luas.
Keterlibatan mereka dalam kompetisi ini juga menunjukkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan ekonomi yang lebih besar. Hal ini mengharuskan mereka untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga tentang dampak yang lebih luas dari pencapaian mereka.
Dengan memberi ruang bagi partisipasi pelajar, diharapkan akan muncul pemimpin yang tidak hanya kompeten dalam bidang ekonomi, tetapi juga berbakat dalam berbagai disiplin ilmu lainnya. Peningkatan keterampilan ini sangat penting untuk pembangunan bangsa di masa depan.




