Dalam era digital yang berkembang pesat ini, kemunculan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) telah mengubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penting untuk dicatat bahwa teknologi ini tidak selalu netral dan sering kali merefleksikan bias yang ada di masyarakat.
Observasi menarik diungkapkan oleh seorang akademisi dari Universitas Gadjah Mada yang menunjukkan bagaimana teknologi dibangun berdasarkan data dan imajinasi sosial. Hal ini sering kali menghasilkan bias yang cenderung maskulin, dan ini terlihat jelas dalam desain AI dan interaksi pengguna saat menggunakan teknologi tersebut.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.











