Banjir yang melanda sejumlah ruas tol menuju Bandara Soekarno-Hatta telah menimbulkan dampak signifikan terhadap arus lalu lintas pada pagi hari Selasa, 13 Januari. Genangan air ini memaksa pengguna jalan untuk mencari alternatif perjalanan guna menghindari kemacetan yang berkepanjangan dan ketidaknyamanan.
Salah satu titik yang terpantau parah adalah di KM 31.400 A dan keluaran Rawa Bokor, dengan ketinggian air mencapai antara 10 hingga 15 cm. Meskipun kendaraan masih bisa melintas, kecepatan arus lalu lintas menjadi terhambat dan membuat perjalanan semakin lama.
Meski banjir masih berlangsung, petugas Dinas Lalu Lintas Polda Metro Jaya berusaha untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak yang lebih besar terhadap pengendara yang berjuang melewati jalur-jalur yang terkena dampak.
Pengaruh Banjir Terhadap Arus Lalu Lintas
Arus lalu lintas dari Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta mengalami perlambatan yang signifikan. Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, menyatakan bahwa genangan air menjadi penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas di area tersebut.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kondisi ini tidak hanya terjadi dari arah bandara ke Jakarta tetapi juga sebaliknya. Banyak pengendara yang terjebak dalam antrean panjang, sehingga perjalanan menjadi semakin melelahkan.
Petugas lalu lintas masih disiagakan di lokasi untuk memberikan bantuan dan memantau situasi secara langsung. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan yang terpaksa melintasi area banjir.
Upaya Penanganan Banjir di Ruas Tol
Senior Manager Jasa Marga, Ginanjar Bekti, mengungkapkan bahwa situasi di wilayah tersebut cukup genting. Genangan air yang ada saat ini sulit untuk disalurkan karena Kali Perancis sebagai saluran pembuangan utama pun sedang meluap.
Jasa Marga telah mengerahkan delapan mesin pompa untuk membantu mengurangi genangan air di ruas tol. Dengan upaya ini, mereka berharap dapat mempercepat proses pengeringan dan mengembalikan arus lalu lintas ke kondisi normal.
Sementara itu, koordinasi antara Jasa Marga dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane juga dilakukan untuk penanganan yang lebih efektif terhadap luapan kali. Hal ini diharapkan dapat mengurangi frekuensi banjir di masa mendatang.
Rekomendasi untuk Pengendara yang Melintasi Ruas Tol
Dengan kondisi yang masih belum sepenuhnya pulih, pengguna jalan disarankan untuk memakai rute alternatif. Sebagai contoh, para pengendara dapat mempertimbangkan untuk menggunakan Jalan Tol JORR 2 atau moda transportasi lainnya agar terhindar dari kemacetan.
Penggunaan akses alternatif ini akan sangat membantu dalam mengurangi jumlah kendaraan di ruas tol yang terendam banjir. Dengan demikian, diharapkan kemacetan dapat diminimalisir sehingga perjalanan menjadi lebih lancar dan nyaman.
Imbauan ini juga sejalan dengan komitmen Jasa Marga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan. Keamanan dan kenyamanan dalam berkendara adalah prioritas utama, terutama di saat-saat seperti ini.




