JAKARTA – Wisata religi di Masjid Jami Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi daya tarik bagi banyak peziarah pada libur panjang Isra Miraj. Sejak awal hari, ribuan peziarah dari berbagai daerah tumpah ruah mengunjungi masjid yang kaya sejarah ini untuk merasakan keagungan dan suasana sakralnya.
Masjid Keramat Luar Batang dikenal sebagai salah satu tempat ziarah paling populer di Jakarta. Hal ini tak lepas dari keberadaan makam Al-Habib Husein bin Abubakar Al-Aydarus, pendiri masjid, yang semakin meningkatkan daya tarik lokasi tersebut bagi pengunjung.
Antusiasme peziarah tak hanya terlihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari keanekaragaman latar belakang mereka. Banyak yang datang untuk berdoa, berziarah, dan menggali makna spiritual dari momen penting dalam agama.
Pentingnya Makam Al-Habib Husein Dalam Tradisi Ziarah
Makam Al-Habib Husein bin Abubakar Al-Aydarus menjadi tujuan ziarah yang sangat dihormati. Banyak peziarah percaya bahwa berdoa di makam ini membawa berkah dan keselamatan bagi diri dan orang-orang terkasih.
Tradisi ziarah ke makam tersebut sudah ada sejak lama, dan tidak hanya menjadi sebuah ritual, tetapi juga sebagai cara memperkuat tali silaturahmi antar umat. Banyak peziarah saling berbagi pengalaman dan cerita selama perjalanan mereka.
Selama liburan, suasana di masjid semakin hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan doa bersama. Hal ini membuat pengunjung merasa lebih terkoneksi dengan spiritualitas tempat tersebut.
Sejarah Masjid Keramat Luar Batang dan Maknanya Bagi Masyarakat
Masjid Keramat Luar Batang tidak hanya terkenal karena keindahan arsitekturnya, tetapi juga karena sejarahnya yang mendalam. Didirikan pada abad ke-18, masjid ini telah menjadi saksi perjalanan panjang masyarakat Jakarta.
Sejarah masjid membawa masyarakat untuk mengenang tokoh-tokoh penting dalam agama Islam. Tradisi yang ada di masjid ini juga mencerminkan keberagaman budaya dan kepercayaan yang merangkul toleransi antar agama.
Melalui kunjungan ke masjid ini, banyak peziarah yang menemukan makna baru tentang kehidupan dan agama. Kegiatan berziarah pun menjadi lebih dari sekadar ritual, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang mendalam.
Pengalaman Para Peziarah dan Cerita Menarik di Masjid
Salah satu peziarah, Heni, mengungkapkan bahwa ia datang dari Sawangan, Depok, untuk melakukan ziarah ke beberapa makam wali. Kebiasaannya berziarah pada waktu-waktu penting dalam agama membuatnya menemukan ketenangan batin.
Kedatangan Heni bukanlah yang pertama kali, ia sering mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual. Baginya, berziarah memberikan kesempatan untuk merenungkan kehidupan dan bersyukur atas segala hal yang telah diberikan.
Setiap peziarah memiliki pengalaman unik masing-masing. Mereka datang dengan harapan dan doa yang berbeda, namun pada akhirnya, semua bersatu dalam satu tujuan: mencari berkah dan mendekatkan diri kepada Tuhan.




