loading…
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa artificial intelligence (AI) harus diposisikan sebagai alat pendukung pembelajaran. Kecerdasan buatan itu, kata dia, bukan pengganti peran manusia dalam pendidikan.
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dalam seminar internasional dengan tema Navigating the Future: English language Education with AI and the evolving Role of Educators yang digelar di UHAMKA Jakarta. Pernyataan ini mencerminkan pentingnya pengintegrasian teknologi secara bijak dalam dunia pendidikan, tanpa mengesampingkan keberadaan para pendidik yang memiliki peran krusial.
Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa AI merupakan hasil dari perkembangan teknologi yang sangat pesat. Namun, keberadaan teknologi ini tidak dapat menggantikan kemampuan esensial dari manusia dalam membangun interaksi dan komunikasi yang bermakna.
Peran AI Sebagai Alat Pendukung dalam Pendidikan
Penting untuk menyadari bahwa pendidikan harus tetap berfokus pada pengembangan karakter dan moral peserta didik. AI hanya berfungsi sebagai alat bantu yang memfasilitasi proses belajar, bukan pengganti guru yang memiliki tanggung jawab lebih dalam membentuk kepribadian siswa.
Teknologi dalam bentuk AI memang menyediakan banyak kemudahan, seperti akses informasi yang lebih cepat. Namun, penggunaannya tetap harus disertai dengan pemahaman yang mendalam mengenai etika dan tanggung jawab, agar tidak menyalahgunakan potensi teknologi tersebut.
Baik di dalam kelas maupun secara daring, AI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Siswa dapat mengambil manfaat dari program pendidikan yang berbasis teknologi ini, asalkan guru tetap memegang kendali dalam proses pendidikan.
Urgensi Pembelajaran Bahasa Inggris dalam Kurikulum Pendidikan
Mendikdasmen juga mengungkapkan pentingnya penguatan pembelajaran Bahasa Inggris sejak pendidikan dasar. Dengan merencanakan Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas 3 SD, diharapkan mampu membekali siswa dengan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan di tingkat global.
Pembelajaran Bahasa Inggris memang sangat penting, terutama di era globalisasi ini. Kemampuan berbahasa asing akan membuka lebih banyak peluang bagi pelajar untuk berinteraksi dengan dunia luar.
Pihak kementerian berharap bahwa dengan penerapan kebijakan ini, anak-anak dapat lebih bersiap untuk menghadapi tantangan global. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia melalui penguasaan bahasa internasional.
Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran
Abdul Mu’ti menambahkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris perlu diarahkan pada pendekatan deep learning. Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk memahami konsep, bukan sekadar menghafal kosakata atau tata bahasa.
Melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna, siswa diharapkan dapat menggunakan bahasa secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar teori tetapi juga praktik berbahasa yang nyata.
Penting juga untuk mengintegrasikan kegiatan yang melibatkan interaksi sosial. Dengan cara ini, siswa dapat berlatih berbicara dalam Bahasa Inggris di lingkungan yang aman dan mendukung.




