loading…
ProVisi dan Sinarmas World Academy (SWA) sukses menyelenggarakan Kompetisi Nasional VEX Robotics 2025/2026 pertama di Indonesia, Sabtu (24/1/2026). Kompetisi ini diikuti 12 tim.
Kompetisi ini menjadi wadah strategis bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sekaligus keterampilan abad ke-21, seperti riset, berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, analisis data, dokumentasi, ketahanan, serta kolaborasi global.
Melalui rangkaian kompetisi dari tingkat regional, nasional hingga global, VEX Robotics memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menerapkan pembelajaran STEM dengan cara yang autentik, nyata, dan menyenangkan. Program ini juga memotivasi peserta membangun identitas sebagai pembelajar STEM serta mempersiapkan diri menjadi inovator masa depan.
Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Direktur ProVisi Mandiri Pratama, Chatarina Trihastuti, menekankan pentingnya kompetisi ini dalam mendorong transformasi pendidikan STEM di Indonesia.
Kompetisi VEX Robotics ini tidak hanya sekadar ajang lomba, tetapi juga sebuah platform pendidikan yang kuat. Dengan demikian, para peserta tidak hanya belajar cara membuat dan mengoperasikan robot, tetapi juga menerapkan konsep-konsep yang diperoleh dari kurikulum STEM dalam konteks yang nyata.
Setiap tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini membawa semangat kompetisi yang tinggi. Mereka menunjukkan kreativitas dan kemampuan teknis yang luar biasa dalam merancang robot yang mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan yang diberikan.
Event ini diadakan dengan harapan dapat memunculkan bibit-bibit inovator masa depan yang berkompeten di bidang teknologi. Sebagai bagian dari pendidikan berbasis STEM, kompetisi ini menjadi media yang efektif untuk mengasah keterampilan praktis dan berpikir analitis di kalangan siswa.
Pentingnya Pendidikan STEM untuk Masa Depan Indonesia
Pendidikan STEM semakin menjadi fokus utama di berbagai institusi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ini karena kemampuan di bidang sains dan teknologi sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
Dengan adanya kompetisi seperti VEX Robotics, para siswa ditantang untuk menerapkan teori yang mereka pelajari di kelas dan mengubahnya menjadi praktik nyata. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan kritis yang diperlukan dalam dunia kerja.
Pendidikan STEM memberikan peluang bagi individu untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmiah dan inovasi teknologi. Dengan menekankan pada kolaborasi dan kerja tim, kompetisi ini juga mengajarkan siswa tentang pentingnya interaksi sosial dan berbagi pengetahuan.
Indonesia berada dalam posisi strategis untuk memanfaatkan kemajuan teknologi, dan pendidikan STEM yang kuat dapat membantu menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan tersebut. Hal ini pada gilirannya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di negara ini.
Melalui acara-acara seperti Kompetisi VEX Robotics, para siswa tidak hanya belajar menjadi pembelajar yang mandiri, tetapi juga berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama, yang merupakan keterampilan krusial di abad ke-21.
Peran Komunitas dalam Mendukung Pendidikan STEM
Keterlibatan komunitas sangat penting dalam mendukung program pendidikan STEM. Dengan dukungan dari orang tua, pendidik, dan masyarakat, para siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan STEM.
Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan sektor industri juga dapat memberikan peluang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung. Program magang atau kunjungan industri, misalnya, memungkinkan siswa melihat langsung aplikasi praktis dari konsep yang mereka pelajari.
Kompetisi seperti VEX Robotics juga menghadirkan kesempatan bagi siswa untuk menjalin hubungan dengan profesional di bidangnya. Melalui acara seperti ini, mereka bisa mendapatkan mentor yang dapat membimbing mereka untuk mencapai cita-cita di masa depan.
Melalui jaringan dukungan ini, siswa memiliki akses terhadap sumber daya dan informasi yang dapat membantu mereka berkembang. Ini juga menciptakan ekosistem belajar yang inklusif dan kolaboratif.
Melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan dalam pendidikan STEM akan menciptakan kultur inovasi yang solid di kalangan siswa. Hal ini memberi dampak positif bagi pengembangan keterampilan dan pengetahuan mereka.
Tantangan dan Harapan untuk Pendidikan STEM di Indonesia
Meskipun banyak kemajuan telah dicapai, tantangan di bidang pendidikan STEM masih tetap ada. Masih terdapat kesenjangan dalam akses pendidikan berkualitas, terutama di daerah-daerah terpencil. Oleh karena itu, perlu upaya bersama untuk mengatasi hal ini.
Peningkatan standar pendidikan dan pelatihan untuk para pendidik juga menjadi hal yang tak bisa diabaikan. Guru yang terlatih dengan baik dapat menginspirasi siswa dan menjadikan pembelajaran STEM lebih menarik dan aplikatif.
Adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait juga sangat penting dalam mendorong pendidikan STEM. Investasi dalam infrastruktur, kurikulum, dan program pelatihan akan memberikan dampak jangka panjang yang positif.
Melalui upaya bersama untuk mengatasi hambatan tersebut, harapan untuk masa depan pendidikan STEM di Indonesia menjadi semakin cerah. Para siswa memiliki potensi yang besar untuk menjadi inovator dan pemimpin di bidang sains dan teknologi.
Dengan visi yang jelas dan komitmen untuk peningkatan kualitas pendidikan, Indonesia dapat menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan global di bidang teknologi dan inovasi. Ini adalah langkah penting untuk mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa yang berkelanjutan.




