Seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Swiss, berinisial MK (25), baru-baru ini menjadi korban penjambretan di Jalan Tirta Tawar, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Dalam insiden ini, MK mengalami kerugian lebih dari Rp91 juta, dan ia segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat.
Keberanian pelaku yang nekat melakukan aksi kriminal di kawasan wisata sangat memprihatinkan. Tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga menciptakan ketidaknyamanan bagi wisatawan lainnya yang datang ke Bali.
Pihak kepolisian setempat sudah melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Dalam waktu singkat, satu pelaku berinisial KY (20) berhasil ditangkap, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pencarian.
Detail Kejadian Penjambretan di Ubud yang Menggemparkan
Peristiwa penjambretan terjadi pada hari Minggu, 25 Januari, sekitar pukul 14.00 WITA. Ketika itu, korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Tirta Tawar. Tiba-tiba, dua orang pelaku datang dari arah belakang dan mempersempit ruang geraknya.
Tanpa peringatan, salah satu pelaku yang dibonceng langsung menarik kalung emas yang dipakai MK, sehingga kalung tersebut putus. Setelah berhasil, kedua pelaku melarikan diri dengan sepeda motor mereka ke arah yang tidak diketahui.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kejadian ini sangat cepat. Meskipun berlangsung singkat, dampaknya dapat dirasakan oleh banyak pihak. Rasa aman di kawasan wisata ini jelas terganggu akibat aksi nekat tersebut.
Tindak Lanjut Pihak Kepolisian dan Proses Penangkapan
Setelah menerima laporan dari korban, pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penyelidikan, keberadaan kedua pelaku dapat dilacak hingga ke Desa Tianyar.
Pada hari berikutnya, petugas mendatangi rumah pelaku KY dan berhasil menangkapnya. Barang bukti yang diperoleh termasuk sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut dan barang bukti lainnya.
Proses penyidikan terus dilakukan agar pelaku lainnya, yaitu WD, juga dapat segera ditangkap. Ini menunjukan keseriusan pihak kepolisian dalam menanggapi kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Langkah-Langkah untuk Mencegah Kejadian Serupa di Masa Depan
Kejadian penjambretan seperti ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan, baik bagi warga lokal maupun wisatawan. Pihak berwenang diharapkan untuk meningkatkan pengawasan di area-area rawan kejahatan. Selain itu, edukasi bagi masyarakat mengenai tindakan pencegahan juga perlu ditingkatkan.
Pihak pengelola tempat wisata juga dapat bekerjasama dengan kepolisian untuk memasang kamera pengintai di area strategis. Dengan adanya langkah-langkah preventif ini, diharapkan tindak kejahatan dapat berkurang secara signifikan.
Kesadaran masyarakat, termasuk wisatawan, juga sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Pengunjung diharapkan lebih berhati-hati dan tidak menunjukkan barang berharga secara mencolok.




