Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pandangannya mengenai demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pidato di acara puncak HUT Partai Golkar ke-61. Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus memiliki identitas politik yang unik tanpa terpengaruh oleh praktik negara lain.
Dia menegaskan bahwa pendekatan politik yang diterapkan di Indonesia perlu disesuaikan dengan konteks lokal, alih-alih meniru sistem yang diterapkan di Barat. Hal ini menjadi fondasi bagi upaya untuk membangun sistem yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menyentuh kritik terhadap pendekatan negara Barat dalam mengajarkan demokrasi dan HAM. Dia menilai bahwa cara pandang ini seringkali tidak mempertimbangkan sejarah dan pengalaman bangsa Indonesia yang berbeda.
Kritik Terhadap Standar Demokrasi dan HAM Barat
Prabowo merasakan adanya ironi di balik ajaran demokrasi dan HAM yang dianggap berasal dari negara-negara yang pernah menjajah Indonesia. Menurutnya, pengajaran tersebut seringkali hanya mencerminkan kepentingan politis negara asing tersebut.
Dia berpendapat bahwa Indonesia tidak seharusnya terikat pada definisi demokrasi dan HAM yang terbatas pada perspektif Barat. Sebaliknya, sudah saatnya bangsa ini menemukan dan menetapkan sendiri makna dari konsep tersebut yang tepat sesuai dengan nilai-nilai lokal.
“Negara yang menjajah kita selama ratusan tahun, kini mengajarkan kita tentang HAM. Itu adalah bentuk kemunafikan,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa rasa ketidakpuasan terhadap standar ganda dalam pengajaran politik internasional semakin kuat di kalangan pemimpin Indonesia.
Pentingnya Jati Diri Bangsa Indonesia
Dalam pendapatnya, Prabowo menyerukan pentingnya kembali kepada jati diri bangsa. Dia menghimbau agar rakyat Indonesia tidak hanya mengandalkan gagasan-gagasan dari luar, tetapi lebih pada kekuatan internal yang ada di dalam diri mereka sendiri.
Dia menyatakan bahwa sejarah perjuangan bangsa telah memberikan banyak pelajaran berharga dan perlu diacungi jempol. Bangsa ini memiliki kekuatan untuk menentukan arah perjuangannya sendiri tanpa intervensi negara lain.
“Kita harus bangga kepada sejarah kita sendiri dan percaya pada potensi yang kita miliki,” tegasnya. Pesan ini mendorong masyarakat untuk lebih menghargai dan merawat nilai-nilai yang ada dalam budaya dan tradisi Indonesia.
Menemukan Solusi di Dalam Negeri
Presiden Prabowo juga mengajak rakyat Indonesia untuk aktif dalam mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. Dia percaya bahwa solusi yang tepat hanya dapat diperoleh melalui pemahaman yang mendalam terhadap situasi dan kondisi lokal.
Dalam hal ini, Probo memberi nuansa optimis bahwa masa depan bangsa harus ditentukan oleh rakyat sendiri. Indonesia, sebagai negara yang kaya akan sumberdaya dan budaya, memiliki semua elemen untuk mencapai kemajuan.
Dia menekankan pentingnya kepercayaan diri dan semangat gotong royong dalam membangun bangsa. Hal ini menjadi harapan besar bagi generasi mendatang untuk dapat meraih cita-cita dan membangun negeri yang lebih baik.




